AJI Pekanbaru Gelar Pelatihan “Jurnalis Sadar Energi”

PEKANBARU – Sektor hulu minyak dan gas (migas) masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Tahun 2015, sektor hulu migas ditargetkan menghasilkan produksi minyak 900 ribu barel per hari. Selain isu ketahanan energi yang berkembang di media massa, publik sempat dikejutkan dengan peristiwa tindak pidana di sektor migas ini.

Karena itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru, Fakhrurrodzi menegaskan, kapasitas dan pemahaman jurnalis terhadap isu-isu Migas dan Ketahanan Energi harus diperkuat agar tidak hanya mencakup isu permukaan saja, tetapi juga mampu menganalisa secara menyeluruh, agar masyarakat memahami dan mendapatkan informasi utuh dan berimbang.

“Untuk mendorong lebih banyak artikel mendalam dan sesuai kode etik jurnalistik mengenai isu energi di Indonesia, sangat dibutuhkan peningkatan kapasitas jurnalis terhadap isu tersebut. Hal ini mendasari AJI Pekanbaru bersama PT Chevron Pasific Indonesia menyelenggarakan pelatihan bagi jurnalis di Riau dengan tema ‘Jurnalis Sadar Energi’,” kata Fakhrurrodzi, Kamis (4/6) siang.

Tujuan digelarnya pelatihan berkonsep Journalist Camp ini, sambung Fakhrurrodzi, demi meningkatkan pemahaman peserta terkait ketahanan dan isu-isu energi di Indonesia, serta mendorong jurnalis membuat liputan mendalam, patuh terhadap kode etik jurnalistik mengenai isu-isu pengelolaan energi fosil.

Ketua Panitia, Winahyu Dwi Utami, mengatakan, Journalist Camp digelar mulai Jumat (5/6) hingga Minggu (7/6), diikuti 20 jurnalis Pekanbaru dan Rokan Hilir, baik di media lokal maupun nasional, berbagai flatform yaitu media cetak, online, TV maupun radio.

“Kegiatan ini menerapkan metode workshop dikemas fun dengan model camping selama dua hari. Selain belajar di ruangan, peserta juga akan melakukan field trip ke lokasi produksi minyak PT Chevron,” jelas Utami, panggilan akrabnya.

Workshop ini menghadirkan trainer atau narasumber ahli pada isu energi fosil. Pada sesi itu peserta akan membahas berbagai studi kasus isu energi dan pertambangan Migas yang bisa menjadi input pemberitaan media.

“Pengalaman peserta dalam meliput isu terkait, juga akan menjadi bagian dari metode training ini. Diharapkan, program ini dapat memperkaya ide dan kemampuan peserta membangun ide-ide liputannya ke depan,” ujarnya.

Sebagai follow-up pelatihan ini, jelasnya, akan diberikan penghargaan terbuka kepada peserta yang meliput isu energi. Panitia akan menyeleksi karya-karya terbaik untuk mendapatkan hadiah uang tunai/alat pendukung pekerjaan jurnalistik. (rls)

Posted in Kabar AJI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *