Pemko Pekanbaru Bangun Kawasan Perkantoran Senilai Rp600 M

PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tengah mengembangkan kawasan pemerintahan kota. Konsepnya berupa perkantoran modern yang diyakini akan menjadi lokomotif dan magnet dalam pengembangan wilayah Kota Pekanbaru. Dibangun di atas lahan seluas 300 hektar, di Kecamatan Tenayan Raya, proyek multiyears itu ditengarai akan menghabiskan Rp600 miliar.

Dalam perbincangan pada Senin (25/5), Walikota Pekanbaru, H Firdaus MT mengatakan, pengembangan kawasan pemerintahan Kota Pekanbaru digesa lantaran kantor Pemko maupun SKPD sudah tidak representatif lagi secara kapasitas, aksesibilitas, dan kondisi.

“Bagaimana mau melayani masyarakat dengan baik, jika tempat kerja saja tidak nyaman dan tidak layak,” ujar Firdaus.

Perkantoran Walikota yang saat ini berada di Jalan Sudirman Pekanbaru, terasa sudah sempit dan sesak, bahkan untuk melaksanakan upacara dan apel tidak memadai lagi. Belum lagi letak SKPD yang berpencar, tidak berada dalam satu kawasan. Hal itu dirasakan tidak efisien dan efektif untuk melayani masyarakat.

Menurut pria kelahiran Bangkinang, Riau ini, di kawasan Tenayan saat ini sedang dibangun enam gedung. Gedung utama dengan tujuh lantai sebagai gedung sekretariat yang luasnya sekitar 21 hektar. Kemudian lima gedung SKPD masing-masing lima lantai yang luasnya hampir 9 hektar. Di setiap gedung SKPD itu akan berkantor dua atau tiga dinas.

“Ini pengembangan perkantoran. Prosesnya sudah melalui kajian teknis dan ada rekomendasinya. Nantinya semua perkantoran Pemko akan dipusatkan dalam satu kawasan, di Tenayan Raya. Memang untuk tahap awal belum 100 persen berkantor di sana, tapi berkisar 75 sampai 80 persen. Dari 32 SKPD, mungkin yang pindah sekitar 25 SKPD,” jelas Firdaus.

Kantor yang saat ini digunakan, sambung Firdaus, nantinya masih digunakan. Sekitar 20 sampai 25 persen SKPD tetap berkantor di pusat kota, khususnya yang bersifat pelayanan seperti Catatan Sipil dan Kependudukan, Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Kebersihan, dan lainnya.

“Targetnya, program ini 2016 selesai, tahun 2017 sudah bisa difungsikan. Itu konsepnya pembangunan perkantoran modern, tidak akan ketinggalan zaman sampai 100 tahun ke depan. Bahkan diperkirakan akan menjadi lokomotif dan magnet bagi perkembangan wilayah lainnya di kota ini,” sergahnya.

Ia mengaku, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Daerah Riau, dan merencanakan pembangunan Markas Polda Riau di kawasan itu, di atas lahan 10 hektar.

Sejauh ini, pembebasan lahan telah dilakukan secara bertahap. Saat ini, dari 300 hektar lahan, baru 112 hektar lahan yang telah dibebaskan.

“Tapi secara bertahap akan kita bebaskan sampai ke 300 hektar itu. Karena di dalamnya sekitar 80 hektar untuk ruang publik, yaitu danau, pusat wisata masyarakat, dan pusat ibadah atau Islamic Center yang dijanjikan akan dibangun oleh Pemprov Riau,” papar pria berusia 55 tahun itu.

Dalam kawasan perkantoran itu, Firdaus menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan lahan sekitar 50 hektar untuk menjadi Arboretum atau hutan taman yang diharapkan akan memberikan ilmu pengetahuan kepada generasi penerus.

“Kita akan tanam kayu-kayu tropis di hutan Sumatera yang sekarang sudah punah dan hampir punah, seperti kayu kulim, meranti, dan sebagainya, jenis-jenis hutan tropis Sumatera yang sudah langka di Riau,” pungkas Firdaus.

Penulis: Lisda Yulianti H
Sumber: katakini.com

Posted in Kabar Riau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *