Betapa Gampangnya Pelajar di Riau Peroleh Narkoba (Bagian 2)

“Tak semua sih. Tapi setahu saya memang seperti itu. Duduk di kafe mahal atau diskotik di Pekanbaru, pasti ada yang make (menggunakan narkoba) atau transaksi. Pandai-pandai (saja),” katanya.

Sementara itu, Amad, pelajar SMK di Pekanbaru mengaku tak pernah ditawari narkoba. Tapi di dekat rumahnya di kawasan Sukajadi, ia tahu ada pecandu narkoba. Bahkan Amad pernah melihat seorang warga sedang mengkonsumsi sabu.

“Saya tahu dari Ibu saya, karena saya dilarang bergaul dengan mereka. Mereka pakai sabu. Takut ketularan juga. Soalnya sehabis memakai, Ibu saya bilang mereka ini sering beli aqua besar, seperti kepedasan,” katanya.

Data mengejutkan juga diungkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau. BNNP mencatat, pengguna narkotika di Riau sudah mencapai 90 ribu orang. Penggunanya berasal dari berbagai latar belakang. Termasuk kalangan siswa.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Riau, AKBP Haldun kepada Tribun menjelaskan, jumlah tersebut sudah menjadi perhatian. Karena Riau selalu menjadi lokasi transit dan perlintasan barang haram tersebut.

Dengan menjadi kawasan perlintasan, Riau akan terbuka kemungkinan menjadi pasar tujuan narkotika. Menurut dia, jumlah pengguna itu sangat mengkhawatirkan mengingat status Indonesia saat ini dalam keadaan darurat narkotika. Modus penyebarannya pun di Provinsi Riau terbilang semakin terus berkembang.

“Kalau modus penyebarannya tentu berkembang terus setiap tahunnya,” lanjut Haldun.

Kendati demikian, khusus narkotika yang berasal dari luar negeri biasanya hanya menggunakan Riau sebagai kawasan perlintasan. Paling banyak didistribusikan menggunakan jalur laut.

“Kalau melalui pesawat udara, itu mungkin terbatas jumlahnya, karena dia harus menyimpan di tempat tertentu, dan bisa ketahuan di bandara, tetapi kalau lewat laut, itu bisa banyak,” urainya.

Menyelundupkan narkotika melalui perairan, atau laut menggunakan kapal kecil dilakukan dengan masuk ke pelabuhan-pelabuhan tikus atau yang tidak resmi dan minim pengawasan petugas keamanan. Baik kepolisian, Bea Cukai, maupun BNN.

Modus ini beberapa waktu lalu memang terbukti. Jajaran Direskrim Narkotika Polda Riau berhasil mengamankan seorang kurir yang membawa paket besar sabu sabu seberat 46,5 kg. Barang haram itu dibawanya dari Malaysia dengan tujuan, Palembang, Sumatera Selatan.

Sumber: Tribun Pekanbaru Cetak

Posted in Kabar Riau and tagged , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *