Hutan Riau Dibagi-bagi di Atas Meja

PEKANBARU — Kajian Lembaga Jikalahari dan Walhi periode 2011 hingga 2012 cukup mencengangkan. Sehingga membuat masyarakat, khususnya pemerhati hutan dan lingkungan tercengang dan geram. Karena sebagian besar kawasan hutan di Riau diperuntukkan bagi pengusaha atau korporasi.

Hanya sebagian kecil dari kawasan hutan itu yang dimanfaatkan masyarakat. “Sejak zaman orde baru hinga reformasi penguasa memerintahkan menteri terkait untuk menunjuk dan membagi-bagi kawasan hutan hanya di atas meja (termasuk hutan di Riau), dengan relasi bisnis seperti Bob Hasan,” kata Perwakilan Jikalahari Made Ali kepada wartawan belum lama ini di Pekanbaru.

“Kajian Jikalahari dan Walhi menunjukkan fakta bahwa hutan Riau dibagi-bagi melalui penunjukan oleh penguasa, dari kliping berita-berita di media cetak dan online tahun 2011 hingga 2012,” terang Made Ali.

Lebih lanjut Made Ali menjelaskan, kawasan hutan Riau dibagi dua, yakni hutan Riau tahun 1986 berdasarkan TGHK dan RTRW Provinsi tahun 1994. Berdasarkan TGHK dibagi menjadi hutan produksi, sedangkan RTRW dibagi jadi kawasan hutan dan non hutan. “Baik TGHK maupun dalam RTRW tetap saja porsi untuk pengusaha jumlahnya jauh lebih besar,” kata Made Ali.

Made merincikan, jumlah luas kawasan hutan Riau termasuk Kepri mencapai 8.500.000 hektare. Khusus untuk kawasan hutan Riau di luar Kepri seluas 7.100.000 hektare. Dari jumlah tersebut untuk kawasan konservasi seluas 760.645 hektare, HPT/HP/HTI 3.421.711 hektare, HPK/sawit 2.545.301 hektare

Total kawasan hutan yang dimanfaatkan mencapai 5.967.012 hektare, dari total luas hutan Riau yang mencapai 7.100.000 hektare. “Patut dipertanyakan dan disayangkan, pemerintah tidak pernah melihat apakah di atas kawasan yang diberi izin itu ada hak-hak masyarakat atau tidak. Sehingga tak mengherankan banyak terjadi konflik dan persoalan sosial antara perusahaan dengan masyarakat,” ujar Made Ali.(nas)

Sumber: riaupos.co

Posted in Kabar Riau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *